Halal bi Halal Virtual CRIS: Ajang Silaturahmi dan Nostalgia Antaranggota di Tengah Pandemi yang Melanda

Lebaran tahun 1441 H kali ini tidak seperti biasa. Akibat Pandemi Covid-19 yang sedang melanda negeri, banyak aktifitas yang melibatkan perkumpulan fisik seperti halal bi halal dan silaturahmi dari rumah ke rumah menjadi terhambat. Namun berkat kemajuan teknologi, keterbatasan ini bisa diakali. Salah satunya dengan memanfaatkan aplikasi teleconference.

Pada Jumat malam (29/05/2020) sekitar pukul 20:00 WIB, CRIS Foundation mengadakan halal bi halal secara daring melalui aplikasi zoom dengan mengangkat tema, “Menyambung Kasih, Merajut Kenangan dan Menguntai Doa”.

Pertemuan dihadiri para anggota CRIS dari berbagai angkatan. Mulai dari pendiri, Mas Najih Arromadloni, para penggerak di masa-masa awal (assabiqunalawwalun) seperti Mbak Lim, Ust. Idris, Mas Faiz, Mas Ishak, Mbak Hunaiva, Mbak Ittaqi, Mas Rizqian, Mas Farid, Mas Arif dan Mas Rozaq serta anggota-anggota lainnya.

Momen istimewa ini menjadi ajang bersilaturahmi, bermaaf-maafan, saling menyapa dan saling berbagi kisah sembari bernostalgia ria akan berbagai kenangan yang pernah dilalui bersama.

Acara dimulai dengan bersama-sama mengirimkan bacaan Al-Fatihah kepada Alm. Pak Imron, sosok yang dulu banyak berjasa pada CRIS. Selanjutnya Mas Najih menceritakan sejarah dan perkembangan komunitas yang berawal dari sekelompok mahasiswa Jurusan Tafsir Hadis yang senang berkumpul dan mengobrol santai di Masjid al-Hidayah daerah Rungkut, Surabaya pada sekitar tahun 2012. Kini para anggotanya telah menyebar ke berbagai daerah dan mulai merintis karir sebagai dosen, guru, PNS, akademisi, aktivis dan pengusaha.

Tak lupa beliau juga memberitahukan proyek baru CRIS dengan menggandeng El-Bukhari Institute, yaitu mendirikan sebuah website keislaman berbasis kajian tafsir Alquran yang bernama tafsiralquran.id Ia berharap semua anggota dapat berkontribusi di dalamnya.

Selanjutnya satu demi satu peserta halal bi halal menyampaikan testimoni, kesan dan pesannya. Salah seorang senior, Mas Faiz menceritakan pengalamannya ketika pertama kali mengenal sosok Mas Najih di kampus. Ia sangat takjub melihat seorang mahasiswa pindahan Suriah yang mampu berdiskusi alot dengan seorang dosen pada matakuliah Filsafat Ilmu. Setelah kejadian itu keduanya semakin akrab.

Lain lagi cerita dari Mbak Hunaiva tentang bagaimana ia yang ketika itu pernah lama menjadi bendahara. Ia berusaha menjaga kondisi kas keuangan agar tetap stabil, meski dengan cara menagih ‘paksa’ iuran dari para anggota. Sampai-sampai ia dijuluki bendahara yang ‘kejam’. Tujuan utamanya adalah supaya pada setiap kajian tidak pernah sepi dari adanya konsumsi.

Selain itu banyak cerita-cerita inspiratif, lucu, unik dan pengalaman menarik dari peserta lain. Tidak jarang pula sesi ini diselai dengan gelak tawa membahana, sehingga menjadikan suasana cukup cair.

Di akhir acara, Mas Senata Adi ditunjuk sebagai plt. Direktur yang baru sebagai pengganti sementara dari direktur sebelumnya, Mas Fauzi. Semoga dengan ini kedepannya CRIS Foundation menjadi semakin maju dan berkembang. Amin ya rabbal ‘alamin.

 

Oleh: Lukman Hakim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *